inparametric.com

GNU/Linux | Behavior | Higher Education | SPSS | Statistics |





Mengenal Sepintas Psikologi Evolusioner

23 August, 2007 (05:30) | Psychology | By: Bhina Patria | Viewed 3040 times

Dr. Th. Dicky Hastjarjo
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Dimuat dalam: Buletin Psikologi Fakultas Psikologi UGM Th IX no 2

Kemunculan psikologi evolusioner didorong oleh keprihatinan bahwa perkembangan teori-teori psikologi sedang dalam situasi morat-marit (Buss, 1995a). Secara lebih khusus, Buss menjelaskan bahwa cabang-cabang psikologi seperti psikologi kognitif, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi kepribadian, dan psikologi budaya berkembang terpisah satu sama lain. Para pakar psikologi dari satu cabang psikologi saja bahkan tidak mampu mencapai konsensus. Teori-teori skala mini semakin menjamur namun teori-teori tadi tak berkaitan satu sama lain. Masing-masing teori hanya mampu menjelaskan serangkaian gejala tertentu. Meskipun pakar psikologi memiliki asumsi bahwa pikiran manusia merupakan suatu kesatuan yang bersifat menyeluruh dan terpadu, namun belum ada satu metateori yang memadukan, menyatukan atau menghubungkan berbagai gejala yang berbeda yang diteliti oleh ahli psikologi. Psikologi evolusioner akan menjadi satu paradigma teoretis baru yang menawarkan satu metateori bagi psikologi ( Buss, 1995a, h. 1)….

Read more »

PHK, Masihkah Mencemaskan?

23 August, 2007 (01:15) | Psychology | By: Bhina Patria | Viewed 2403 times

Drs. Haryanto F.R., MA
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada


PHK sebagai manifestasi pensiun yang dilaksanakan pada kondisi tidak normal nampaknya masih merupakan ancaman yang mencemaskan karyawan. Dunia industri negara maju yang masih saja mencari upah buruh yang murah, senantiasa berusaha menempatkan investasinya di negara-negara yang lebih menjanjikan keuntungan yang besar, walaupun harus menutup dan merelokasi atau memindahkan pabriknya ke negara lain. Keadaan ini tentu saja berdampak PHK pada karyawan di negara yang ditinggalkan. Efisiensi yang diberlakukan oleh perusahaan pada dewasa ini, merupakan jawaban atas penambahan posisi-posisi yang tidak perlu di masa lalu, sehingga dilihat secara struktur organisasi, maka terjadi penggelembungan yang sangat besar. Ketika tuntutan efisiensi harus dipenuhi, maka restrukturisasi merupakan jawabannya. Di sini tentu saja terjadi pemangkasan posisi besar-besaran, sehingga PHK masih belum dapat dihindarkan. Ketika perekonomian dunia masih belum adil, dan program efisiensi yang dilakukan oleh para manajer terus digulirkan, maka PHK masih merupakan fenomena yang sangat mencemaskan, dan harus diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja dan pelatihan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat (mantan karyawan).

Read more »

Metode Kualitatif: Penerapannya dalam Penelitian

22 August, 2007 (09:42) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 6777 times

Oleh: Djoko Dwiyanto
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Email: djoko_dwiy@ugm.ac.id

Metode kualitatif dan kuantitatif pada hakikatnya adalah pilihan-pilihan yang disediakan dalam sebuah penelitian sesuai dengan objek formal dan objek material yang dihadapi serta hasil yang diharapkan. Sebagai gambaran singkat perbandingan ciri-ciri di antara keduanya dapat dilihat dalam tulisan ini.

Read more »

Pembelajaran Berbasis Student-Centered Learning

21 August, 2007 (20:20) | Education | By: Bhina Patria | Viewed 4581 times

Oleh: Tina Afiatin
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada


Problematika pendidikan yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah terdapatnya kesenjangan yang cukup lebar antara pengetahuan yang dimiliki para siswa dengan sikap dan perilakunya. Banyak siswa yang tahu atau hafal materi pelajaran, tetapi tidak mampu mengaplikasikan pengetahuannya tersebut bagi peningkatan kualitas kehidupannya. Sebagai contoh, siswa tahu tentang makanan sehat, tetapi perilaku makannya tidak menunjukkan perilaku makan yang sehat, siswa lebih banyak yang menyukai dan memilih fast food dan soft drink daripada makan nasi dan sayur serta minum susu. Contoh lain, siswa tahu bagaimana berperilaku sosial yang baik, tetapi mereka kurang mampu menghargai orang lain, bertoleransi atau berperilaku sopan. Pengetahuan menjadi sesuatu yang hanya dihafal saja tetapi tidak berpengaruh dalam kehidupannya. Pengetahuan hanya ‘mampir’ sebentar dan kemudian ‘menguap’ begitu saja, seolah tidak berbekas dalam kehidupan siswa. Mengapa pendidikan kita menghasilkan generasi penerus yang demikian?

Read more »

Aspek Kebahasaan Indonesia Dalam Karya Tulis Akademik/Ilmiah/ Kesarjanaan

21 August, 2007 (05:26) | Education | By: Bhina Patria | Viewed 4783 times

Oleh: Dr. Suwardjono
Fakultas Ekonomika UGM

…kalangan akademik sering telah merasa mampu berbahasa Indonesia sehingga tidak merasa perlu untuk belajar bahasa Indonesia atau membuka kamus bahasa Indonesia (misalnya Kamus Besar Bahasa Indonesia). Akibatnya, orang sering merasa lebih asing mendengar kata bahasa sendiri daripada mendengar kata bahasa asing. Anehnya kalau orang menjumpai kata asing (Inggris) yang masih asing bagi dirinya, mereka dengan sadar dan penuh motivasi berusaha untuk mengetahui artinya dan mencarinya di dalam kamus dan tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa kata itu aneh. Akan tetapi, kalau mereka mendengar kata bahasa Indonesia yang masih asing bagi dirinya, dia merasa itu bukan bahasanya dan akan bereaksi dengan engatakan “Apa artinya ini, kok aneh-aneh?” dan berusaha untuk tidak pernah tau apalagi membuka kamus dan menggunakannya secara tepat.

Read more »

Kearifan dalam Transformasi Pembelajaran: dari Teacher-Centered ke Student-centered learning

20 August, 2007 (10:00) | Education | By: Bhina Patria | Viewed 2270 times

Oleh: Prof. Dr. Harsono
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Wisdom is not the product of schooling but the lifelong attempt to acquire it.
Albert Einstein

Pengantar
Perubahan paradigma didorong oleh hasil analisis mutakhir yang menunjukkan
bahwa sistem yang dianut tidak lagi memberi hasil atau keuntungan yang memuaskan.
Perubahan paradigma membawa perubahan mindset, dan perubahan mindset membawa
implikasi operasional sejalan dengan tujuan yang akan dicapai oleh perubahan
paradigma. Apabila digambarkan sebagai suatu bagan alir, maka perubahan di satu titik
akan mempengaruhi aktivitas berikutnya, baik dalam aliran linear maupun paralel,
sehingga tampak gambar networking yang kompleks.

Kompleksitas networking tadi perlu dikelola secara efisien, terukur, terpantau, dan
terpadu agar tujuan perubahan paradigma dapat tercapai secara mudah dan ekonomis.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan penataan ulang organisasi yang di dalamnya
terkandung kearifan agar tidak terjadi benturan maupun selisih pendapat yang tajam, atau
untuk meminimalisasi masalah yang timbul sebagai akibat dari perbedaan pendapat.
Kearifan memerlukan sinergi dan keterpaduan intelligent quotient, emotional quotient,
dan spiritual quotient. Kearifan yang telah dimiliki oleh para staf senior perlu
diorganisasi dalam aktivitas yang rasional, mudah dipahami dan diikuti oleh orang lain,
serta menimbulkan inspirasi di kalangan para staf yunior dan para mahasiswa sehingga
tercipta suatu gerakan saiyeg saeka kapti, saiyeg saeka praya (bahu-membahu dalam satu
tekad yang bulat). Dapat dipastikan bahwa setiap langkah pembaharuan atau perubahan
akan menimbulkan gejolak; dalam hal ini diperlukan manajemen perubahan agar gejolak
yang timbul dapat diminimalisasi.

Read more »

Analisis Deskriptif: Seri Tutorial SPSS 04

20 August, 2007 (01:00) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 3946 times

Fungsi analisis deskriptif adalah untuk memberikan gambaran umum tentang data
yang telah diperoleh. Gambaran umum ini bisa menjadi acuan untuk melihat karakteristik
data yang kita peroleh. Analisis deskriptif sering diabaikan penggunaannya dalam
penelitian-penelitian sosial, karena memang dalam beberapa fungsi analisis lainnya
otomatis tercantum analisis deskriptif. Saya sangat menganjurkan untuk mengawali
analisis deskriptif sebelum melakukan analisis lainnya pada data anda. Hal ini sangat
penting karena dengan analisis deskriptif kita bisa mengkoreksi secara cepat data yang
sudah kita masukkan.

Read more »

Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Redefinisi Makna Kuliah

18 August, 2007 (14:24) | Education | By: Bhina Patria | Viewed 3668 times

oleh: Suwardjono
Fakultas Ekonomika UGM

Belajar di perguruan tinggi merupakan pilihan strategik untuk mencapai tujuan individual bagi mereka yang menyatakan diri untuk belajar melalui jalur formal tersebut.Namun, realitas yang dihadapi oleh dosen dan penyelenggara pendidikan dalam banyak hal jauh dari harapan. Perilaku mahasiswa dan dosen dalam belajar-mengajar tidak menunjukkan segala atribut yang seharusnya melekat pada individual yang akan mendapat sebutan sebagai sarjana. Salah satu faktor yang menciptakan kondisi seperti ini adalah kesenjangan persepsi dan pemahaman penyelenggara pendidikan, dosen, dan mahasiswa mengenai makna belajar di perguruan tinggi.

Makalah ini mengevaluasi kondisi budaya belajar-mengajar yang penulis amati dan rasakan selama menjadi staf pengajar di beberapa perguruan tinggi. Kondisi tersebut tidak kondusif untuk menciptakan suasana akademik, profesional, dan ilmiah yang seharusnya melekat pada suatu institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi (higher education). Pengamatan tersebut telah lama terjadi dan telah penulis sampaikan dalam bentuk artikel lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sejak penulisan artikel tersebut, penulis selalu menyampaikan gagasan tentang pola pengajaran, proses belajar mengajar, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelenggaraan kuliah dalam berbagai seminar dan lokakarya di berbagai perguruan tinggi. Namun sampai saat ini, tampaknya belum ada suatu perubahan yang cukup berarti dalam budaya belajar-mengajar di perguruan tinggi.

Read more »

Entry Data: Seri Tutorial SPSS 03

17 August, 2007 (10:31) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 6766 times

Dalam proses memasukkan data aturan pertama yang harus di perhatikan adalah bahwa
setiap baris mewakili satu kasus atau 1 responden, sedangkan masing-masing kolom
mewakili 1 variabel, misalnya nama, usia, gender dll. Untuk latihan entri data, bukalah
data baru dan mulailah memasukkan data-data seperti terlihat dibawah ini. Langkah-langkahnya
sbb:

Read more »

Pengenalan SPSS: Seri Tutorial SPSS 02

16 August, 2007 (12:28) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 8738 times

Di artikel ini kita belajar mengenal menu-menu tampilan (GUI) SPSS: Data Variable View dan Variable View.

Read more »