Data lembaga statistik Jerman menunjukkan bahwa 2.400 pelajar Indonesia terdaftar di lembaga pendidikan tinggi Jerman pada semester musim dingin 2009/2010. Angka ini tentu saja masih jauh dibandingkan dengan jumlah pelajar Indonesia di Amerika, Australia, Singapura dan Malaysia.

Melanjutkan studi di Jerman memiliki beberapa keunggulan di bandingkan negara lain. Kemajuan teknologi Jerman tidak diragukan lagi oleh dunia. Penemu-penemu di bidang teknologi dan industri tidak terbilang banyaknya. Pengakuan dunia terlihat dari banyaknya peneliti Jerman yang mendapatkan hadiah Nobel. Tercatat 102 penerima hadiah Nobel berasal dari Jerman, dimana lebih dari 65 persennya termasuk dalam kategori ilmu alam dan kedokteran.

Read more ...

Kabar baik bagi kita-kita yang nilainya pas-pasan :D.

“Orang-orang yang hebat itu rata-rata nilai sekolahnya tidak bagus-bagus banget.

Read more ...

Ketika kita memasang Ubuntu berdampingan dengan Windows (dual booting) maka secara standar ketika startup, menu boot akan memilih booting Ubuntu terlebih dahulu. Sebenarnya cukup mudah mengubah menu boot Ubuntu, yaitu dengan mengedit berkas menu.lst yang ada di /boot/grub. Jalankan perintah di Terminal:

cd /boot/grub
sudo gedit menu.lst

Editor teks akan terbuka dan kita bisa mengubah urutan boot menu. Dalam menu.lst, setiap sistem operasi yang terpasang pada komputer diwakili oleh satu blok informasi yang berisi: nama sistem, nomor idenfitikasi standar (uuid), kernel, dan lokasi temporer sistem (initrd). Penomoran blok-blok informasi tersebut berurutan dari nomor 0. Untuk mengubah standar urutan boot menu, cari dalam menu.lst informasi sbb:

# You can specify ‘saved’ instead of a number. In this case, the default entry
# is the entry saved with the command ‘savedefault’.
# WARNING: If you are using dmraid do not use ‘savedefault’ or your
# array will desync and will not let you boot your system.
default 0

Read more ...

Proporsi doktor di Jerman termasuk yang paling tinggi di dunia. Menurut kantor statistik negara (Statistisches Bundesamt, 2008) lebih dari 10 persen lulusan perguruan tinggi melanjutkan studi dan mendapatkan gelar doktor. Angka ini lebih tinggi dari kondisi di Amerika yang hanya sekitar 3-4% (NCIS, 2009).

Sistem pendidikan doktor (S3) di Jerman sangat berbeda dengan sistem pendidikan doktor di Indonesia yang lebih berkiblat ke model Amerika. Perbedaan yang paling mencolok adalah pada sistemnya yang tidak terstruktur. Program doktor di Indonesia (dan Amerika) mengharuskan mahasiswa S3 atau kandidat doktor mengikuti kurikulum tertentu untuk mendapatkan gelar doktor. Proses program doktor di Indonesia pada dasarnya terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah perkuliahan (course work) yang berlangsung selama satu sampai tiga tahun. Setelah itu mahasiswa program doktor diharuskan menjalani ujian komprehensif dan dilanjutkan tahap penelitian yang hasilnya dilaporkan dalam bentuk disertasi.

Program doktor di Jerman tidak terstruktur dalam artian tidak ada kurikulum tertentu yang harus dijalani oleh kandidat doktor. Proses pendidikan doktor diawali dengan aplikasi kepada professor (Doktorvater/Doktormutter). Setelah profesor menyetujui proposal penelitian kandidat doktor (biasa disebut Promovierende atau Doktoranden) maka kandidat dapat segera memulai pendidikan doktor. Program doktor berakhir ketika kandidat doktor berhasil mempertahankan laporan penelitiannya (Doktorarbeit atau Dissertation) dalam ujian pendadaran yang disebut Disputation atau Rigorosum.Tidak ada proses temu kelas atau perkuliahan, karena pendidikan doktor di Jerman murni berdasarkan penelitian.

Read more ...

PCPlus edisi 385

Di era digital saat ini, keberadaan kertas menjadi semakin tergantikan oleh format digital. Demikian pula proses pengumpulan data penelitian yang dahulu menggunakan kuesioner kertas saat ini sudah banyak tergantikan dengan online kuesioner.

Ada bermacam aplikasi yang bisa kita gunakan untuk membuat online kuesioner. Ada yang berbayar, namun yang gratis atau bahkan open source pun juga tersedia. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba aplikasi online kuesioner online.QTAFI, yang menurut pengamatan penulis memiliki banyak kelebihan dibanding aplikasi online kuesioner lainnya.

Keunggulan pertama dari online.QTAFI adalah sifatnya yang open source, didistribusikan dibawah lisensi GNU GPL (GNU General Public License). Hal ini memungkinkan kita menggunakan aplikasi ini dengan bebas. Online.QTAFI telah menyediakan format pertanyaan standar yang bisa langsung digunakan, diantaranya adalah: pertanyaan terbuka (TE), pertanyaan ordinal (OR), pertanyan kategorikal (CV), pertanyaan numerik / metrik (ME), dsb. Selain itu, konten kuesioner berbasis berkas XML (Extensible Markup Language) sehingga mudah dipahami. Dengan sedikit pengetahuan HTML dan referensi node dari online.QTAFI, kita bisa membuat format pertanyaan yang variasinya tidak terbatas.

Online.QTAFI dilengkapi pula dengan QtafiClient, yaitu editor kuesioner yang bersifat WYSIWYG sehingga memudahkan proses pembuatan dan administrasi online kuesioner.
Ketika survei berakhir, fungsi pelaporan hasil bisa didapatkan secara langsung. Analisis statistik sederhana seperti statistik deskriptif bisa diproduksi secara otomatis beserta diagram yang menarik. Tabel hasil analisis deskriptif bisa juga di unduh ke dalam format open dokumen (odt). Untuk analisis statisik yang lebih kompleks, data kuesioner bisa diunduh dalam berbagai format, diantaranya format SPSS (sav), dokumen Openoffice.org (odt), R script (bahasa pemrograman R), dan berkas teks (txt). Online.QTAFI dilengkapi pula dengan fungsi filter statis dan dinamis yang sangat membantu proses administrasi kuesioner.

Menggunakan online.QTAFI

Read more ...

Subscribe!

Join hundreds of subscriber and get the updates in your inbox!
Enter your email address:

Topics