inparametric.com

GNU/Linux | Behavior | Higher Education | SPSS | Statistics |




Belajar-Mengajar di Perguruan Tinggi: Redefinisi Makna Kuliah

18 August, 2007 (14:24) | Education | By: Bhina Patria | Viewed 2510 times

oleh: Suwardjono
Fakultas Ekonomika UGM

Belajar di perguruan tinggi merupakan pilihan strategik untuk mencapai tujuan individual bagi mereka yang menyatakan diri untuk belajar melalui jalur formal tersebut.Namun, realitas yang dihadapi oleh dosen dan penyelenggara pendidikan dalam banyak hal jauh dari harapan. Perilaku mahasiswa dan dosen dalam belajar-mengajar tidak menunjukkan segala atribut yang seharusnya melekat pada individual yang akan mendapat sebutan sebagai sarjana. Salah satu faktor yang menciptakan kondisi seperti ini adalah kesenjangan persepsi dan pemahaman penyelenggara pendidikan, dosen, dan mahasiswa mengenai makna belajar di perguruan tinggi.

Makalah ini mengevaluasi kondisi budaya belajar-mengajar yang penulis amati dan rasakan selama menjadi staf pengajar di beberapa perguruan tinggi. Kondisi tersebut tidak kondusif untuk menciptakan suasana akademik, profesional, dan ilmiah yang seharusnya melekat pada suatu institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi (higher education). Pengamatan tersebut telah lama terjadi dan telah penulis sampaikan dalam bentuk artikel lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Sejak penulisan artikel tersebut, penulis selalu menyampaikan gagasan tentang pola pengajaran, proses belajar mengajar, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelenggaraan kuliah dalam berbagai seminar dan lokakarya di berbagai perguruan tinggi. Namun sampai saat ini, tampaknya belum ada suatu perubahan yang cukup berarti dalam budaya belajar-mengajar di perguruan tinggi.

Read more »

Entry Data: Seri Tutorial SPSS 03

17 August, 2007 (10:31) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 4602 times

Dalam proses memasukkan data aturan pertama yang harus di perhatikan adalah bahwa
setiap baris mewakili satu kasus atau 1 responden, sedangkan masing-masing kolom
mewakili 1 variabel, misalnya nama, usia, gender dll. Untuk latihan entri data, bukalah
data baru dan mulailah memasukkan data-data seperti terlihat dibawah ini. Langkah-langkahnya
sbb:

Read more »

Pengenalan SPSS: Seri Tutorial SPSS 02

16 August, 2007 (12:28) | Statistics | By: Bhina Patria | Viewed 6371 times

Di artikel ini kita belajar mengenal menu-menu tampilan (GUI) SPSS: Data Variable View dan Variable View.

Read more »

Sekilas Neuro Linguistic Programming

15 August, 2007 (21:36) | Behavior, NLP | By: Bhina Patria | Viewed 7624 times

Oleh: Ronny FR Praktisi NLP
Pernahkah terlintas dalam piliran Anda, jika seandainya Anda dapat selalu memicu rasa percaya diri setiap saat Anda memerlukan? Pernahkan terbayang bahwa seorang yang memiliki fobia bisa disembuhkan kurang dari 2 jam? Pernahkan muncul keinginan agar setiap keinginan Anda akan lebih mudah dicapai dengan metode mental tertentu? Pernahkah terbersit pikiran agar anak Anda lebih mudah menyerap pelajaran dengan cara yang paling cocok baginya?

Jika Anda sudah pernah mendengar NLP, tentu pertanyaan diatas bukan suatu impian lagi. Saat ini NLP seolah tengah menjadi suatu bidang baru yang digandrungi oleh berbagai pihak di Indonesia. Mulai dari eksekutif papan atas, pengusaha, psikolog, dokter, olahragawan, dosen, bintang film, hakim sampai politisi. Namun, sebenarnya apakaah NLP itu?

Beberapa sumber menyatakan mempelajari NLP mirip dengan mempelajari manual otak manusia, terkadang disebut sebagai “people skill technology”, atau disebut juga “psychology of excellence”. Intinya adalah mengetahui bagaimana cara kerja otak agar seseorang bisa menjadi tuan atasnya, bukan menjadi budaknya. Sedangkan para penggagas NLP sendiri merumuskan NLP sebagai “The study of subjective experience”.

Neuro merujuk pada otak/pikiran, bagaimana kita mengorganisasasikan kehidupan mental kita. Linguistic adalah mengenai bahasa, bagaimana kita menggunakan bahasa dan pengaruhnya pada kehidupan kita. Programming adalah mengenai urutan proses mental yang berpengaruh atas perilaku dalam mencapai tujuan tertentu, dan bagaimana melakukan modifikasi atas proses mental itu.

NLP dimulai ketika seorang ahli Mathematika/ Computer Programming (Dr. Richard Bandler) dan seorang Profesor Linguistik (Dr. John Grinder) mempelajari keahlian sejumlah pakar dan terapis yang teramat sukses di berbagai bidangnya. Metode yang dipergunakan untuk mempelajari keahlian ini disebut sebagai: “modelling” (ilmu memodel). Tokoh-tokoh awal yang dimodel adalah: Fritz Perls (Gestald Psychotherapist), Virginia Satir (Family Therapist), Gregory Bateson (Anthropologist, cybernetics) dan Milton Ericson (Hypnotherapist).

Read more »