Jiwa-jiwa yang hebat itu selalu jiwa-jiwa yang disiksa kontradiksi. Tidak ada orang orang yang hebat itu datang dari kedamaian karena tidak ada masalah. Jiwa-jiwa yang hebat hidupnya selalu digapit kontradiksi,
Jiwa-jiwa yang hebat itu selalu jiwa-jiwa yang disiksa kontradiksi. Tidak ada orang orang yang hebat itu datang dari kedamaian karena tidak ada masalah. Jiwa-jiwa yang hebat hidupnya selalu digapit kontradiksi,
Jiwa-jiwa yang hebat itu selalu jiwa-jiwa yang disiksa kontradiksi. Tidak ada orang orang yang hebat itu datang dari kedamaian karena tidak ada masalah. Jiwa-jiwa yang hebat hidupnya selalu digapit kontradiksi,
My new book! Will be available soon in Amazon. Available now in Amazon!
For readers from Indonesia please contact: patria(at)incher.uni-kassel.de

Data lembaga statistik Jerman menunjukkan bahwa 2.400 pelajar Indonesia terdaftar di lembaga pendidikan tinggi Jerman pada semester musim dingin 2009/2010. Angka ini tentu saja masih jauh dibandingkan dengan jumlah pelajar Indonesia di Amerika, Australia, Singapura dan Malaysia.
Melanjutkan studi di Jerman memiliki beberapa keunggulan di bandingkan negara lain. Kemajuan teknologi Jerman tidak diragukan lagi oleh dunia. Penemu-penemu di bidang teknologi dan industri tidak terbilang banyaknya. Pengakuan dunia terlihat dari banyaknya peneliti Jerman yang mendapatkan hadiah Nobel. Tercatat 102 penerima hadiah Nobel berasal dari Jerman, dimana lebih dari 65 persennya termasuk dalam kategori ilmu alam dan kedokteran.
Proporsi doktor di Jerman termasuk yang paling tinggi di dunia. Menurut kantor statistik negara (Statistisches Bundesamt, 2008) lebih dari 10 persen lulusan perguruan tinggi melanjutkan studi dan mendapatkan gelar doktor. Angka ini lebih tinggi dari kondisi di Amerika yang hanya sekitar 3-4% (NCIS, 2009).
Sistem pendidikan doktor (S3) di Jerman sangat berbeda dengan sistem pendidikan doktor di Indonesia yang lebih berkiblat ke model Amerika. Perbedaan yang paling mencolok adalah pada sistemnya yang tidak terstruktur. Program doktor di Indonesia (dan Amerika) mengharuskan mahasiswa S3 atau kandidat doktor mengikuti kurikulum tertentu untuk mendapatkan gelar doktor. Proses program doktor di Indonesia pada dasarnya terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah perkuliahan (course work) yang berlangsung selama satu sampai tiga tahun. Setelah itu mahasiswa program doktor diharuskan menjalani ujian komprehensif dan dilanjutkan tahap penelitian yang hasilnya dilaporkan dalam bentuk disertasi.
Program doktor di Jerman tidak terstruktur dalam artian tidak ada kurikulum tertentu yang harus dijalani oleh kandidat doktor. Proses pendidikan doktor diawali dengan aplikasi kepada professor (Doktorvater/Doktormutter). Setelah profesor menyetujui proposal penelitian kandidat doktor (biasa disebut Promovierende atau Doktoranden) maka kandidat dapat segera memulai pendidikan doktor. Program doktor berakhir ketika kandidat doktor berhasil mempertahankan laporan penelitiannya (Doktorarbeit atau Dissertation) dalam ujian pendadaran yang disebut Disputation atau Rigorosum.Tidak ada proses temu kelas atau perkuliahan, karena pendidikan doktor di Jerman murni berdasarkan penelitian.
QTAFI (Questions, Tables and Figures) adalah suatu aplikasi yang dikembangkan untuk mempermudah pelaksanaan survey. Dengan QTAFI kita bisa dengan mudah membuat kuisioner, membuat lembar data di SPSS dan mempermudah proses analisis data dengan SPSS. Aplikasi ini sangat cocok bagi mahasiswa yang akan membuat kuisioner ataupun fakultas atau universitas yang akan mengadakan survey penelusuran alumni (graduate survey atau tracer study).
QTAFI adalah aplikasi yang berbasis makro. Bentuk aplikasi ini berupa file dokumen berekstensi doc (seperti dokumen yang biasa kita buat lewat MS Word), hanya saja terkandung makro QTAFI di dalamnya. Untuk menjalankan aplikasi ini tentu saja MS Word harus sudah terpasang di komputer kita.
Saya mulai menggunakan aplikasi ini sejak tahun 2003, pada waktu itu aplikasi ini membantu pelaksanaan survey penelusuran alumni di UGM. Sejak saat itu saya terlibat dalam pengembangan QTAFI dan online.QTAFI (QTAFI berbasis web) walaupun hanya sebagai tester setia
. Sampai saat ini pengembangan aplikasi ini terus berlanjut, terutama untuk versi online yang sudah sampai pada versi 2. Saat ini puluhan online survey secara bersamaan berjalan di server online.QTAFI2.