inparametric.com

GNU/Linux | Behavior | Higher Education | SPSS | Statistics |




Ripping dan Encoding CD Audio di Linux

18 April, 2005 (21:23) | Linux | By: Bhina Patria

Di Windows untuk ripping dan encoding cd audio kita membutuhkan software dari pihak ketiga. Di GNU/Linux pada beberapa distro tertentu paket instalasinya sudah dilengkapi software khusus untuk melakukan ripping dan encoding cd. Di Mandrake dan distro lain yang menggunakan KDE untuk melakukan ripping dan encoding cd bisa digunakan KAudio Creator. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan mempunyai manajemen file output yang sangat cerdas. Hebatnya lagi kita bisa langsung memperoleh output yang berformat Ogg Vorbis (.ogg). Seperti diketahui codec audio open source ini semakin banyak digemari oleh para pecinta musik. Dengan teknologi Variable Bitrate (VBR) yang dimilikinya kita bisa mendapatkan kualitas audio yang baik dengan ukuran file yang lebih kecil dari mp3.

Untuk melakukan ripping jalankan KAudio Creator dengan klik [K] > [Multimedia] > [Sound] > [KAudio Creator]. Akan terlihat tampilan awal dari KAudio Creator yang sangat bersahaja. Masukkan CD audio yang anda proses ke dalam CD ROM. Kemudian untuk memasukkan daftar lagu ke dalam lembar kerja klik [File]>[Refresh CD List] atau bisa juga langsung klik iconnya di toolbar (Gambar 1).

Read more »

Mengubah Background Konsole Linux

12 April, 2005 (15:22) | Linux | By: Bhina Patria

Bekerja dengan Konsole memang masih menjadi momok bagi pengguna Linux pemula. Namun kenyataannya melakukan perintah dari Konsole sangat diperlukan ketika bekerja dengan Linux. Tampilan default Konsole cukup membosankan, hanya terdiri dari latar belakang putih dan tulisan hitam.

Agar lebih menarik tampilan standar Konsole bisa diubah. Ada banyak Schema yang bisa anda pilih untuk mempercantik tampilan Konsole Anda. Buka Konsole Anda, pada menubar klik [Setting] > [Schema] akan terlihat beberapa Schema yang bisa anda pilih.

Read more »

Konversi MP3 ke Ogg Vorbis dengan XMMS

12 April, 2005 (04:53) | Linux | By: Bhina Patria

Format MP3 memang sudah sangat lazim digunakan namun beberapa tahun terakhir muncul generasi audio codec baru yang semakin banyak dilirik oleh pencinta musik. Format audio codec generasi baru sudah bisa menyamai kualitas mp3 hanya dengan bitrate mulai dari 64Kbit/detik. Akibatnya tentu saja ukuran file dari sebuah lagu akan semakin kecil sementara kualitas audionya tetap terjaga. Salah satu audio codec generasi baru yang cukup menonjol adalah format Ogg Vorbis (.ogg).

Di Linux kita bisa melakukan konversi dari format mp3 ke format Ogg Vorbis dengan mudah. Bila anda telah menginstal Audacity proses konversi hanya semudah melakukan Export as saja. Namun bila anda hanya memiliki XMMS saja, konversi ke format Ogg tetap bisa dilakukan. Cara melakukan konversi ini dengan XMMS cukup mudah namun memerlukan sedikit kesabaran.

Proses konversi format mp3 ke format ogg pada dasarnya terdiri dari dua proses. Proses pertama mengubah format MP3 ke format WAV (.wav) lewat XMMS. Selanjutnya format WAV akan dikonversi menjadi Ogg Vorbis lewat konsole.

Pertama buka XMMS kemudian tekan [Ctrl+P] untuk masuk ke kotak dialog Preferences. Pada form Output Plugins klik pada pilihan Disk Writer Plugin (Gambar 1). Bila plugin ini tidak ada dalam pilihan lakukan dulu proses instalasi dari cd Linux Anda. Pilihan plugin ini akan mengkonversi file MP3 menjadi WAV. Klik pada tombol [Configure] dan tentukan folder dimana hasil file WAV akan diletakkan. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kecukupan ruang pada hardisk. Konversi ke format WAV akan memakan ruang hardisk yang cukup besar, dari sebuah lagu mp3 berdurasi 3 menit akan dihasilkan file WAV berukuran sekitar 30MB.

Read more »

Icon Zooming di KDE

4 April, 2005 (20:01) | Linux | By: Bhina Patria

Taskbar KDE mempunyai pilihan konfigurasi yang sangat beragam. Kita bisa dengan mudah mengkustomisasi tampilannya sesuka hati. Salah satu trik yang cukup menarik adalah Icon Zooming. Dengan mengaktifkan fitur ini maka ketika kita mengarahkan kursor mouse ke icon di taskbar maka icon tersebut akan terlihat membesar. Sangat mirip dengan fitur yang ada pada Mac OS.

Read more »

Membuat Image Gallery di Koqueror

20 March, 2005 (09:51) | Linux | By: Bhina Patria

Lewat Koqueror, file manager andalan GNU/Linux, kita bisa dengan mudah membuat image gallery. Image gallery ini merupakan solusi mudah untuk menikmati koleksi image digital anda. Selain itu dengan image gallery ini anda bisa dengan mudah melengkapi web site pribadi dengan koleksi foto.

Untuk membuat image gallery hanya memerlukan beberapa langkah yang amat sederhana. Siapkan image-image pilihan anda kemudian buka Konqueror. Pada menubar klik [Tools]>[Create Image Gallery] atau bisa juga melalui shortcut [Ctrl+I].

Pada kotak dialog Create Image Gallery tersedia beberapa menu untuk mengkustomisasi image gallery yang akan kita buat (Gambar 1). Pada form Page title masukkan judul dari image gallery yang anda inginkan. Tentukan juga formasi thumbnail pada halaman image gallery, secara default Konqueror memilih 4 image per baris. Dibawah thumbnail anda bisa menampilkan nama file image, dimensi image dan juga besar file image. Anda bisa juga memilih jenis font, warna font dan juga warna background yang dikehendaki.

Untuk melakukan pengaturan selanjutnya klik pada icon [Directories] (Gambar 2). Pada form Save to anda bisa menentukan dimana letak image gallery akan ditempatkan. Bila image yang anda pilih terbagi dalam sub-sub direktori maka klik pada pilihan [Recurse subdirectories]. Setelah sesuai dengan keinginan anda klik [OK], tunggu beberapa saat maka image gallery akan terbentuk. Output image gallery berupa folder thumbs dan file image.html. Untuk melihat hasilnya klik pada file image.html lewat konqueror (Gambar 3).

Read more »

Mengubah Asosiasi File di Konqueror

14 March, 2005 (02:41) | Linux | By: Bhina Patria

Konqueror adalah salah satu aplikasi yang sangat banyak digunakan di GNU/Linux. Selain sebagai file manager dan web browser yang handal Konqueror juga mampu menjadi viewer untuk bermacam format file. Misalnya ketika kita klik pada file image berformat JPEG (,jpg, jpeg, JPG) maka otomatis Konqueror akan menampilkan file tersebut pada lembar kerjanya. Fungsi ini sangat bermanfaat namun bila menginginkan suatu format file otomatis dibuka di aplikasi lain Anda bisa mengubah default fungsi ini menjadi sesuai keinginan.

Misalkan anda ingin agar setiap kali file JPEG di klik maka otomatis image akan terlihat di GQview. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu mengubah asosiasi file (file association) untuk file tersebut.

Read more »

Kontroversi Pernikahan Beda Agama

17 January, 2005 (03:45) | resensi | By: Bhina Patria

Judul buku: Memoar Cintaku, Pengalaman Empiris Pernikahan Beda Agama
Penulis : Ahmad Nurcholish
Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid, Djohan Effendi
Penerbit: LkiS Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Oktober 2004
Tebal: xlvii + 356 hal

Pernikahan beda agama memang bukan merupakan hal yang baru lagi di masyarakat Indonesia yang multi kultural. Tidak hanya di masyarakat umum, di lingkungan selebritis pun pernikahan semacam ini sudah berlangsung sejak lama. Sekedar menyebut beberapa pasangan, Jamal Mirdad (Islam) dan Lydia Kandou (Kristen); Nurul Arifin (Islam) dan Mayong (Katolik); dan tentu saja yang masih segar dalam ingatan kita adalah pasangan Ari Sihasale (Kristen) dan Nia Zulkarnaen (Islam). Mungkin karena atribut keartisan yang mereka sandang maka pernikahan beda agama dilingkungan selebritis terasa lebih bisa dimaklumi dibandingkan dengan ketika terjadi di khalayak masyarakat umum.

Pernikahan beda agama selalu saja menuai kontroversi dan polemik di kalangan masyarakat umum. Fenomena pernikahan semacam ini semakin menuai kontroversi tatkala terjadi di kalangan aktivis pergerakan Islam yang notabene adalah insan-insan yang lebih paham akan agama dibanding khalayak pada umumnya. Tema inilah yang diangkat dalam memoar ini. Penulisnya, Ahmad Nurcholish yang seorang muslim, mengungkapkan pengalaman pribadinya yang mempersunting gadis keturunan Tionghoa (Ang Mei Yong), penganut agama Khonghucu yang taat.

Read more »

Membuat MP3 Player Sendiri (Bagian Ketiga)

21 December, 2004 (09:13) | windows | By: Bhina Patria

(Dimuat di KomputerAktif, no 99 (10-24 Februari 2005))
Pada artikel bagian ketiga ini kita akan melengkapi MP3 Player kita dengan fitur pencarian file MP3 (Search MP3), random playlist dan next/previous track. Ayo langsung saja kita mulai.

LANGKAH 1
Buka aplikasi Multimedia Builder (MMB) dengan klik dua kali pada shortcut-nya di desktop, buka file project kita sebelumnya yaitu MP3Playerku.mbd. Klik menu [File] > [Open], cari direktori dimana file tersebut disimpan kemudian klik [Open]. Project yang kita kerjakan minggu lalu akan terlihat di lembar kerja.

LANGKAH 2
Pertama kita akan menambahkan fitur pencarian file MP3. Dengan fitur ini maka semua file MP3 dalam suatu drive atau direktori tertentu otomatis akan tercatat pada daftar lagu. Sebelumnya kita perlu membuat suatu tombol untuk mengaktifkan fitur ini. Klik icon [Text Button] pada toolbar sebelah kiri lembar kerja. Kursor otomatis akan berubah menjadi tulisan [Place here]. Klik di lembar kerja, akan terlihat tombol baru yaitu [Botton]. Atur letak tombol tersebut agar tepat berada diatas tombol [Daftar Lagu].

LANGKAH 3
Klik dua kali pada tombol [Botton], akan muncul kotak dialog Text Button. Pada form Text tuliskan “Cari MP3″. Pada field Action klik pada tombol [More Action (Script)]. Pada field Start Clicking (Mouse down) klik tombol [Wizard] yaitu tombol yang bergambar tongkat ajaib. Muncul kotak dialog baru yaitu Script Wizard. Pada form Action pilih [SearchForMP3]. Sementara pada form Path tuliskan “D:\” (tanpa tanda petik). Hal ini berarti akan dilakukan pencarian file MP3 pada drive D:. Tentu saja Anda bisa menggantinya sesuai lokasi dimana Anda menyimpan file-file MP3 Anda, misalnya E, F atau G. Kemudian klik [OK] tiga kali.

Read more »

Membuat MP3 Player Sendiri (Bagian Kedua)

21 December, 2004 (09:08) | windows | By: Bhina Patria

(Dimuat di KomputerAktif no 98 (26 January-10 Februari 2005))
Jika Anda mengikuti bagian pertama dari artikel ini pada edisi yang lalu pasti sekarang Anda sudah memiliki MP3 Player buatan sendiri. Sebagai lanjutannya pada edisi ini kita akan melengkapi MP3 Player kita dengan dua fitur tambahan yaitu daftar lagu (playlist) dan pengaturan volume.

LANGKAH 1
Buka aplikasi Multimedia Builder (MMB) dengan klik dua kali pada shortcut-nya di desktop, kemudian buka file project kita sebelumnya yaitu MP3Playerku.mbd. Klik menu [File] > [Open], cari direktori dimana file tersebut disimpan kemudian klik [Open]. Project yang kita kerjakan minggu lalu akan terlihat di lembar kerja.

LANGKAH 2
Sekarang kita akan menambahkan daftar lagu (playlist) dalam MP3 Player kita. Pertama-tama kita harus membuat tombol untuk mengakses menu daftar lagu. Pada toolbar di sebelah kiri lembar kerja klik [Text Button] yaitu icon bertuliskan ab. Selanjutnya kursor akan berubah menjadi tulisan [Place here]. Klik di lembar kerja dimana tombol akan diletakkan. Setelah itu akan terlihat tombol baru yaitu [Botton].

Read more »

Membuat MP3 Player Sendiri (Bagian Pertama)

3 December, 2004 (07:12) | windows | By: Bhina Patria

(Dimuat di KomputerAktif, no 97 (12 Januari 2005)
Biasanya untuk memutar lagu-lagu berformat MP3 kita selalu menggunakan Winamp. Bagaimana bila kita membuat MP3 player sendiri? Dijamin lagu yang Anda dengar terasa lebih merdu. MP3 player yang dihasilkan tidak kalah dengan WinAmp, bahkan Anda bisa juga mengedarkannya ke teman-teman Anda atau bahkan menjualnya, cukup membanggakan pastinya.
Untuk membuat MP3 player langkah-langkahnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kali ini kita akan menggunakan aplikasi Multimedia Builder (MMB) untuk membuat MP3 player. MMB sudah merilis versi 4.9 namun lebih baik jika Anda menggunakan versi 4.7 saja. Hal ini karena versi terbaru MMB mengharuskan Anda membeli lisensi untuk menjalankan file MP3. Sedangkan pada versi 4.7 kewajiban tersebut belum ada.

MMB 4.7 dapat di download di www.parametric.gegar.biz/download. Ukuran file download-nya 4.7MB. Setelah di download lakukan ekstraksi terhadap file download tersebut, selanjutnya lakukan instalasi dengan klik dua kali pada file setup.exe.

Read more »