Kontroversi Pernikahan Beda Agama
Judul buku: Memoar Cintaku, Pengalaman Empiris Pernikahan Beda Agama
Penulis : Ahmad Nurcholish
Pengantar: KH. Abdurrahman Wahid, Djohan Effendi
Penerbit: LkiS Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Oktober 2004
Tebal: xlvii + 356 hal
Pernikahan beda agama memang bukan merupakan hal yang baru lagi di masyarakat Indonesia yang multi kultural. Tidak hanya di masyarakat umum, di lingkungan selebritis pun pernikahan semacam ini sudah berlangsung sejak lama. Sekedar menyebut beberapa pasangan, Jamal Mirdad (Islam) dan Lydia Kandou (Kristen); Nurul Arifin (Islam) dan Mayong (Katolik); dan tentu saja yang masih segar dalam ingatan kita adalah pasangan Ari Sihasale (Kristen) dan Nia Zulkarnaen (Islam). Mungkin karena atribut keartisan yang mereka sandang maka pernikahan beda agama dilingkungan selebritis terasa lebih bisa dimaklumi dibandingkan dengan ketika terjadi di khalayak masyarakat umum.
Pernikahan beda agama selalu saja menuai kontroversi dan polemik di kalangan masyarakat umum. Fenomena pernikahan semacam ini semakin menuai kontroversi tatkala terjadi di kalangan aktivis pergerakan Islam yang notabene adalah insan-insan yang lebih paham akan agama dibanding khalayak pada umumnya. Tema inilah yang diangkat dalam memoar ini. Penulisnya, Ahmad Nurcholish yang seorang muslim, mengungkapkan pengalaman pribadinya yang mempersunting gadis keturunan Tionghoa (Ang Mei Yong), penganut agama Khonghucu yang taat. Read more »
E-mail subscription





