Lebih dari 600 orang tewas dan ribuan lainnya terluka akibat penyerbuan Israel ke Palestina selama 10 hari ini. Mari sama-sama kita kutuk kebiadaban Israel ini. Apa yang harus kita lakukan untuk saudara-saudara kita di Palestina saat ini? Lakukan yang bisa kita lakukan untuk mereka, menyumbangkan sebagian harta kita dan selalu berdoa tentu saja. Serukan kutukan kepada kemungkaran ini, paling tidak serukanlah dalam hati.
“Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda : Siapa yang melihat dan (mengetahui) sebarang perbuatan mungkar, maka hendaklah diubahnya dengan tangannya (kuasanya), jika sekirannya tidak berkemampuan maka ubahlah dengan lidahnya dan jika sekiranya tidak mampu juga maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman†- Muslim
Lupakan segala macam logika yang menyatakan bahwa kita harus memperbaiki dulu bangsa ini sebelum membantu Palestina. Begitu banyak jasa Palestina pada waktu era kemerdekaan Indonesia. Apapun yang kita lakukan saat ini tidak sebanding dengan jasa palestina pada saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Baca jasa Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia di sini.
Sebagai orang Indonesia, terlebih orang muslim, jika kita tidak bisa menyerukan kutukan terhadap kemungkaran ini, malu kita dengan orang semacam Hugo Chavez seorang pimpinan negara Katolik yang dengan tegas menyerukan terjadinya holocaust di Gaza.
Hal yang juga penting kita lakukan saat ini adalah introspeksi diri. Selalu bersyukur kepada Alloh swt atas keadaan kita saat ini. Kita sangat sering mengeluh karena hal-hal yang sepele. Dan terlampau sering mendramatisir masalah, seakan-akan hidup kita yang paling menderita. Cuaca panas kita mengeluh, cuaca dingin kita mengeluh; banyak kerjaan, kita mengeluh, tidak ada pekerjaan kita lebih mengeluh. Terus maunya apa!? Ayo kita sama-sama introspeksi.
“dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. QS Ibrahim: 7.
Apapun keadaan kita hari ini, saat ini, pastinya lebih baik dari saudara-saudara kita di Palestina yang tidak hanya kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar hidup, namun juga selalu diliputi detuman bom dan desing peluru setiap saat. Apapun keadaan kita saat ini, tidak perlu kita dramatisir. Mari kita selalu bersyukur dengan memperbaiki ibadah kita, dan selalu berusaha berbuat yang terbaik di apa saja yang kita lakukan.
Wallahu’alam bishowab.
israel ban**@#$…..!!!!!!
Iya,
betapa kita sering lupa untuk selalu bersyukur untuk semua yg kita miliki….
benar, ternyata hidup di Indonesia itu jauh lebih menyenangkan dibanding dengan saudara kita di GAZA
ku hanya bisa berdoa semoga ini cepat berakhir.
Secara tidak sadar kita telah ada yang mendukung Israel.
Kemaren Intel mendanai perang Israel, CMIIW
Nah, kalo kita make produk Intel otomatis kita juga ikut mendanai juga kan, duh…
dan masih banyak produk lain,
The Diocese of Buffalo’s “Journey of Faith and Grace” has led to the closings of significantly more parishes throughout Western New York.